• 04/24/2024
kfoodfair2015.com

Notifikasi Penarikan Produk: Unilever Mengevaluasi Stik Es Krim Magnum Karena Isu Kontaminasi

kfoodfair2015.com – Unilever, perusahaan multinasional yang beroperasi di sektor barang konsumsi, secara formal telah mengumumkan penarikan produk Stik Es Krim Magnum yang tersedia di pasaran. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif terhadap temuan partikel plastik dan logam dalam produk tersebut, yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan publik.

Spesifikasi Produk Terdampak
Penarikan produk ini diumumkan menyusul pernyataan resmi dari Badan Standarisasi Keamanan Pangan (FSA) di Inggris, yang mendetailkan produk spesifik yang dikenai penarikan. Varian yang terpengaruh adalah Stik Es Krim Magnum Almond dalam kemasan 3×100 ml, dengan kode batch L3338, L3339, L3340, L3341, dan L3342. FSA telah mencatat bahwa produk-produk ini memiliki risiko kontaminasi bahan asing yang tidak sesuai untuk konsumsi.

Protokol Penarikan dan Nasihat kepada Konsumen
Unilever telah menginisiasi penarikan produk dari distributor dan titik penjualan ritel sebagai respons atas temuan tersebut. FSA, dalam kemitraannya dengan Unilever, menyarankan agar konsumen yang telah memperoleh produk tersebut untuk menghindari konsumsinya dan mengikuti prosedur pengembalian produk yang akan diinformasikan oleh Unilever.

Pernyataan dari Unilever Indonesia
Upaya untuk mendapatkan komentar mendalam dari pihak Unilever Indonesia telah dilakukan melalui Kristy Nelwan, Head of Communication Unilever Indonesia. Namun, sampai dengan waktu rilis notifikasi ini, belum ada respons yang diterima. Pihak Unilever Indonesia diharapkan akan segera menyediakan informasi tambahan mengenai langkah-langkah yang tengah diambil serta instruksi lebih lanjut bagi konsumen dan stakeholder terkait.

Melalui prosedur yang ditetapkan, Unilever telah melaksanakan penarikan produk Stik Es Krim Magnum Almond sebagai respons terhadap potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kontaminasi bahan asing. Badan Standarisasi Keamanan Pangan Inggris telah mengidentifikasi dan menginformasikan produk yang terpengaruh, dengan anjuran untuk konsumen agar tidak mengkonsumsi produk yang terkena dampak penarikan. Penyampaian informasi lebih lanjut dari Unilever Indonesia masih dinantikan untuk memberikan kejelasan pada konsumen dan publik.