• 05/15/2024
kfoodfair2015.com

Penilaian NATO atas Keterlibatan Tiongkok dalam Konflik Rusia-Ukraina

kfoodfair2015.com – NATO telah mengidentifikasi peran yang signifikan yang dimainkan oleh China dalam memberikan dukungan kepada Rusia, yang dipercaya memungkinkan Moskow untuk melakukan tindakan agresi militer terhadap Ukraina. Sekretaris Jenderal NATO, Yang Mulia Jens Stoltenberg, menyatakan bahwa China, sebagai salah satu kekuatan besar, telah memberikan kontribusi yang berarti dalam memperkuat posisi strategis Rusia dalam konflik ini.

Stoltenberg menjelaskan bahwa situasi perang di Ukraina menunjukkan sifat yang inheren dari keamanan global, yang melampaui batasan-batasan regional. Dia menekankan bahwa China merupakan mitra dagang utama bagi Rusia, menyediakan komponen-komponen penting untuk rudal, drone, dan berbagai senjata lainnya. Selain itu, Stoltenberg juga menyebutkan bahwa Iran dan Korea Utara diduga memberikan bantuan senjata kepada Rusia.

Dia menyatakan bahwa ketiga negara tersebut – Iran, Korea Utara, dan China – memiliki peran kunci dalam mendukung kemampuan Rusia untuk menentang negara-negara Eropa dan, khususnya, tetangga NATO, yakni Ukraina. Stoltenberg menyimpulkan bahwa pandangan tradisional tentang pemisahan antara Asia dan Eropa dalam konteks keamanan telah kehilangan relevansinya.

AS telah berupaya mendorong NATO untuk memperluas cakupan misinya ke wilayah Asia jauh sebelum konflik Ukraina mencapai puncaknya. Washington juga dianggap sebagai sumber dari klaim-klaim bahwa Beijing, Teheran, dan Pyongyang menyediakan senjata dan amunisi kepada Rusia, meskipun bukti yang mendukung hal tersebut tidak selalu jelas atau lengkap.

China telah menolak tekanan dari AS dan sekutunya untuk mengikuti embargo terhadap Rusia, menyebutnya sebagai tindakan yang sepihak dan tidak sah. Beijing juga telah mengusulkan rencana perdamaian untuk konflik di Ukraina, namun Kyiv dan pendukung Barat telah menolak usulan tersebut.

Rusia telah membantah klaim AS tentang pengiriman senjata dan amunisi dari Korea Utara, sementara Iran telah menjelaskan bahwa mereka hanya memberikan prototipe dan desain drone kepada Rusia sebelum permusuhan di Ukraina meletus, yang menunjukkan bahwa Rusia telah memproduksi drone tersebut secara lokal.

Sementara itu, AS dan sekutu-sekutunya telah menyediakan bantuan berupa senjata, amunisi, dan dana senilai lebih dari US$200 miliar kepada Ukraina selama dua tahun terakhir. Mereka menegaskan bahwa bantuan ini tidak mengindikasikan keterlibatan langsung dalam konflik, namun merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina.

Penilaian NATO atas Keterlibatan Tiongkok dalam Konflik Rusia-Ukraina