Kecelakaan Pesawat Boeing 737 Senegal Air di Bandara Blaise Diagne

kfoodfair2015.com – Pesawat Boeing 737 milik Senegal Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Blaise Diagne di Diass, Senegal. Kecelakaan terjadi saat pesawat yang mengangkut 78 penumpang keluar dari landasan pacu saat hendak lepas landas. Dalam insiden tersebut, sebelas penumpang terluka, dengan empat di antaranya mengalami cedera serius dan enam lainnya dirawat di ruang medis.

Kecelakaan menyebabkan bandara ditutup sementara selama 12 jam. Foto-foto pasca kejadian menunjukkan adanya api dan asap di sekitar pesawat yang terperosok di rerumputan di tepi landasan pacu. Tim evakuasi berupaya mengevakuasi penumpang yang terluka. Pesawat Boeing 737/300 ini menuju Ibu Kota Mali, Bamako, dan disewa oleh perusahaan swasta Transair.

Manajemen Bandara LAS menyatakan bahwa kejadian terjadi saat pesawat keluar landasan pacu dalam fase lepas landas sekitar pukul 1:00 pagi. Kementerian Transportasi melaporkan adanya dua pilot dan empat awak kabin di pesawat, dengan total 79 penumpang dan 10 yang terluka, termasuk seorang pilot.

Bandara, terletak sekitar 50 kilometer dari Ibu Kota Senegal, Dakar, kembali dibuka pada siang hari setelah kejadian. LAS mengumumkan bahwa operasi bandara telah kembali normal setelah insiden tersebut.

Kejadian Pesawat Boeing di Istanbul: Pendaratan Darurat Tanpa Roda Depan

kfoodfair2015.com – Sebuah pesawat kargo Boeing 767 milik FedEx terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara Istanbul tanpa roda pendaratan depan setelah terbang dari Bandara Paris Charles de Gaulle. Meski tidak ada laporan cedera, pesawat memberi tahu menara pengawas bahwa roda pendaratannya gagal terbuka, memaksa pendaratan dengan bantuan panduan dari menara.

Video kejadian menunjukkan pesawat mendarat dengan penurunan dari roda belakang, diikuti oleh badan pesawat, dengan percikan api dan asap keluar dari bagian bawahnya. Meskipun landasan pacu sementara ditutup, lalu lintas udara di bandara Istanbul tetap berjalan lancar di landasan pacu lainnya.

Insiden ini terjadi di tengah fokus ketat terhadap keselamatan Boeing setelah sejumlah krisis dan masalah. Regulator AS, Federal Aviation Administration, sedang menyelidiki inspeksi keselamatan pada pesawat 787 Dreamliner, termasuk dugaan pemalsuan catatan pesawat yang disampaikan oleh seorang insinyur Boeing.