Prakiraan Tren Pangan 2025 di Jepang oleh CookPad: Evolusi Home Cooking & Inovasi Bahan

Pada awal tahun 2025, CookPad — platform sbobet resep terbesar di Jepang dengan sekitar 40 juta page–view bulanan dan jutaan pencarian kata kunci—mengumumkan Food Trend Forecast 2025. Berdasarkan analisis 1.000 kata kunci pencarian paling populer dari resep-resep di situs, tim ahli CookPad merumuskan tren utama yang akan mendominasi kuliner rumahan Jepang pada tahun ini.

Dapur Rumah sebagai Wilayah Sosial & Kesehatan

Tren besar yang muncul ialah pergeseran mindset memasak dari kewajiban menjadi aktivitas yang menyenangkan, sehat, dan sebagai sarana komunikasi keluarga. Pasca-pandemi, saat banyak keluarga kembali bekerja di kantor dan tinggi ROI ganda, muncul gaya hidup hibrida:

  • Hari kerja: resep praktis, cepat, dan efisien mendominasi.
  • Akhir pekan: aktivitas memasak bersama keluarga dengan porsi besar atau tema tertentu, menciptakan bonding dan rasa kebersamaan.

CookPad mengamati istilah seperti ‘taco party’—reuni keluarga dengan tortilla—dan ‘chestnut cooking’, sebagai contoh aktivitas yang mengedepankan kebersamaan.

Tortilla: Si Multifungsi dari Meksiko

Menjadi tren yang paling mencolok, penggunaan tortilla melonjak drastis:

  • Pencarian kata “tortilla” naik +105,9 % di 2023, dan +113,7 % di 2024.
  • Peningkatan serupa pada “taco” (+114 %), “burrito” (+145,8 %), “guacamole” (+118 %), serta “salsa” (+115,9 %).

Penyebabnya:

  1. Fleksibilitas penggunaan, bisa sebagai pizza, crepes, atau hidangan isi praktis.
  2. Tren gaya hidup sehat: tortilla dari tepung beras, gandum utuh, atau okara (ampas tahu) mulai populer.
  3. Kultur hiburan klasik: “taco party” hadir sebagai alternatif menyenangkan, mirip sushi gulung sendiri.
  4. DIY makin diminati, dengan peningkatan pencarian bahan seperti “corn flour” dan tren tortilla buatan sendiri.

Kembalinya Ramuan Tradisional Jepang

Selain pengaruh luar, tren baru juga memperhatikan akar budaya lokal—yakni tumbuh suburnya penggunaan rempah tradisional Jepang:

  • “Seri” (peterseli air) +106,5 %
  • “Ōba” (basil Jepang) +124,7 %
  • “Mitsuba” (sejenis daun mirip parsley) +107,4 %
  • “Myōga” (jahe rimpang) +116,3 %

Alasan tren ini mencuat:

  • Sesuai musim panas: mudah diolah, segar, tidak perlu dimasak lama.
  • Fungsi ganda sebagai garnish dan penambah aroma, mempercantik plating.
  • Tingginya konsumsi di regional—misalnya, seri di Tōhoku, Ōba di Aichi, dan myōga di Kōchi.

Rempah lokal ini dipakai untuk hidangan sederhana seperti ohitashi (sayur rebus dingin), salad, atau nabe bergaya modern.

Rahasia di Balik Data: Insight dari CookPad

Menurut Martner Japan, tren CookPad dirangkai lewat kombinasi:

  1. Data pencarian – volume kata kunci & akses halaman.
  2. Diskusi di media – berubah-ubah tetapi kaya ide.
  3. Analisis geospasial – tren regional sangat beragam.

Interpretasi & Peluang di 2025

Berdasarkan Tren 2025 CookPad, beberapa implikasi penting bagi industri pangan dan pemasak rumahan Jepang adalah:

  1. Produk instan sehat & multipurpose
    Seperti tortilla dari bahan alternatif, siap pakai, bergizi, dan memungkinkan variasi kreatif ala rumah.
  2. Peningkatan nilai tambah lokal
    Produsen sayuran dan rempah bisa memanfaatkan tren rempah asli – kemasan, branding “regional specialty”, dsb.
  3. Keterlibatan keluarga & edukasi kuliner
    Meningkatnya aktivitas memasak bersama membuka ruang bagi produk atau platform edukasi keluarga.
  4. Potensi bisnis event & online community
    Acara seperti taco party atau cooking class weekend menyediakan peluang pasar untuk event organizer dan kelas virtual CookPad.
  5. Konten media & influencer
    Guru masak maupun food influencer bisa menyajikan konten seputar tortilla buatan sendiri, salad rempah musim panas, atau ide menu praktis.

Sehat • Kreatif • Bersama di Tahun 2025

Dari memasak sekadar kebutuhan menjadi aktivitas menyenangkan, menyehatkan, dan penuh kreativitas. Mereka memanfaatkan teknologi (data), mengedepankan bahan lokal, sambil mengeksplorasi pengaruh global—contohnya tortilla.

Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun di mana dapur rumah tak sekadar tempat memasak, melainkan ruang berekspresi, edukasi, dan berkumpul. Dengan trend tortilla dan rempah lokal, terbuka lapangan luas untuk inovasi produk, gaya hidup baru, serta model bisnis kuliner yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini.

Shchi (Щи): Sup Kol Basis Kubis yang Lezat dan Bergizi

Shchi (Щи) adalah salah satu hidangan khas Rusia yang terkenal di seluruh dunia, terutama bagi para penggemar masakan tradisional Eropa Timur. Sup ini berbahan dasar kubis, dengan rasa yang kaya dan beragam varian, termasuk yang menggunakan daging. Shchi biasanya disajikan dengan krim asam dan roti gandum hitam, menjadikannya hidangan yang sangat bergizi dan menghangatkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang sejarah, bahan-bahan, dan cara penyajian Shchi, serta mengapa sup ini menjadi favorit di banyak rumah tangga di Rusia. Artikel ini disajikan oleh Kfoodfair2015.com, yang mengangkat beragam informasi mengenai masakan internasional.

Sejarah Shchi dan Asal Mula Sup Kubis Khas Rusia

Shchi telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Rusia selama berabad-abad. Sup ini dikenal sejak zaman kerajaan Rusia, bahkan sudah ada catatan tentang keberadaannya pada abad ke-9. Pada awalnya, Shchi hanya terdiri dari kubis, air, dan sedikit garam, namun seiring waktu, berbagai bahan tambahan seperti daging, kentang, dan rempah-rempah mulai ditambahkan untuk memperkaya rasa.

Shchi dan Hubungannya dengan Budaya Rusia

Sup kubis ini sangat penting dalam budaya Rusia, terutama dalam hal makanan sehari-hari. Shchi adalah salah satu hidangan utama yang sering ditemukan di meja makan keluarga Rusia, baik di musim dingin yang dingin maupun musim panas yang lebih hangat. Shchi juga dianggap sebagai makanan sehat karena kaya akan serat dari kubis dan nutrisi dari bahan-bahan alami lainnya.

Sup ini juga memiliki kedekatan dengan tradisi dan kebiasaan kuliner Rusia yang menjunjung tinggi penggunaan bahan-bahan lokal dan musiman. Kubis, yang menjadi bahan utama dalam Shchi, adalah tanaman yang mudah tumbuh di iklim Rusia dan menjadi salah satu bahan pangan penting dalam masakan tradisional negara tersebut.

Bahan-Bahan Utama dalam Shchi

Meskipun Shchi memiliki banyak variasi, beberapa bahan utama dalam sup ini tetap konsisten. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Shchi memberikan cita rasa yang segar, asam, dan sedikit gurih, membuatnya menjadi hidangan yang menyegarkan.

Kubis sebagai Bahan Utama

Kubis adalah bahan utama dalam Shchi, yang memberikan rasa khas dan tekstur yang renyah. Kubis sering digunakan dalam bentuk segar atau asam, tergantung pada variasinya. Kubis asam (sauerkraut) memberikan rasa asam yang menyegarkan dan sedikit tajam, sementara kubis segar menghasilkan rasa yang lebih lembut dan manis.

Daging dan Kaldu

Shchi sering kali dibuat dengan menambahkan daging, seperti daging sapi, ayam, atau babi. Kaldu yang dihasilkan dari merebus daging memberikan rasa gurih yang kaya. Untuk membuat sup ini semakin lezat, daging yang digunakan juga dapat digoreng terlebih dahulu untuk memberikan rasa yang lebih mendalam.

Selain daging, bahan-bahan lain seperti kentang, wortel, bawang, dan rempah-rempah juga sering ditambahkan untuk memperkaya rasa sup ini. Beberapa variasi Shchi menggunakan tomat atau pasta tomat untuk memberi sentuhan manis pada sup.

Cara Penyajian Shchi yang Tradisional

Shchi biasanya disajikan dengan tambahan krim asam yang memberikan rasa lembut dan kaya, serta sepotong roti gandum hitam yang hangat. Kombinasi ini bukan hanya memberikan rasa yang nikmat, tetapi juga membuat hidangan ini lebih mengenyangkan dan bergizi.

Krim Asam: Sentuhan Khas Rusia

Krim asam adalah bahan pelengkap yang tidak dapat dipisahkan dari Shchi. Sentuhan krim asam menambahkan kekayaan rasa pada sup yang sudah kaya dengan kaldu dan sayuran. Krim asam juga memberikan sedikit rasa asam yang seimbang dengan rasa gurih dari kaldu.

Roti Gandum Hitam: Teman Setia Shchi

Roti gandum hitam adalah pendamping yang sering disajikan bersama Shchi. Roti ini memiliki tekstur padat dan rasa sedikit asam, yang cocok dengan cita rasa sup yang kaya. Roti gandum hitam juga mengandung lebih banyak serat dan nutrisi dibandingkan dengan roti putih, sehingga membuat hidangan ini semakin sehat.

Variasi Shchi yang Berbeda

Meskipun Shchi memiliki dasar yang sama, terdapat banyak variasi yang berkembang seiring waktu, tergantung pada daerah dan kebiasaan lokal. Beberapa variasi Shchi yang populer antara lain:

Shchi Asam (Sauer-Shchi)

Variasi ini menggunakan kubis asam atau sauerkraut sebagai bahan utama, yang memberikan rasa asam yang khas. Shchi Asam sering kali disajikan dengan potongan daging babi atau ayam untuk menambah kelezatannya.

Shchi dengan Kaldu Daging

Shchi yang menggunakan kaldu daging sapi atau ayam memiliki rasa yang lebih kaya dan gurih. Dagingnya bisa dimasak bersama sayuran, atau dipisahkan dan disajikan di sisi lain sebagai lauk.

Shchi Vegetarian

Bagi yang tidak mengonsumsi daging, ada juga variasi Shchi vegetarian yang menggunakan kaldu sayuran atau air sebagai pengganti kaldu daging. Variasi ini tetap menawarkan rasa yang kaya berkat penambahan sayuran segar dan rempah-rempah.

Kesimpulan

Shchi adalah hidangan tradisional Rusia yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nilai budaya. Sup kubis ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan berbagai bahan, menjadikannya pilihan yang sempurna untuk makan siang atau makan malam yang mengenyangkan. Dengan bahan utama yang sederhana namun bergizi, seperti kubis, daging, dan kaldu, serta pelengkap krim asam dan roti gandum hitam, Shchi selalu menjadi favorit di meja makan keluarga Rusia. Di Kfoodfair2015.com, kami menghargai keanekaragaman kuliner dunia, dan Shchi adalah contoh sempurna dari masakan tradisional yang terus dihargai hingga saat ini.